Rabu, 18 Mei 2011
Kamis, 12 Mei 2011
Selasa, 10 Mei 2011
Minggu, 20 Maret 2011
Siapa Engkau Cinta?
Suatu malam kutanya cinta: “Katakan, siapa sesungguhnya dirimu?”
Katanya: “Aku ini kehidupan abadi, aku memperbanyak kehidupan indah itu.”
Kataku: Duhai yang di luar tempat, di manakah rumahmu?”
Katanya: “Aku ini bersama api hati dan du luar mata yang besar. Aku ini tukang cat, karena akulah setiap pipi berubah jadi warna kuning. Akulah utusan yang ringan kaki, sedangkan pecinta adalah kuda kudusku.
Akulah merah padamnya bunga tulip, Akulah manisnya meratap, penyibak segala yang tertabiri...”
Lewat cintalah semua yang tembaga akan jadi emas.
Lewat cintalah semua yang endapan akan jadi anggur murni.
Lewat cintalah semua kesedihan akan jadi obat.
Lewat cintalah si mati akan jadi hidup.
Lewat cintalah raja akan jadi budak.
Katanya: “Aku ini kehidupan abadi, aku memperbanyak kehidupan indah itu.”
Kataku: Duhai yang di luar tempat, di manakah rumahmu?”
Katanya: “Aku ini bersama api hati dan du luar mata yang besar. Aku ini tukang cat, karena akulah setiap pipi berubah jadi warna kuning. Akulah utusan yang ringan kaki, sedangkan pecinta adalah kuda kudusku.
Akulah merah padamnya bunga tulip, Akulah manisnya meratap, penyibak segala yang tertabiri...”
Lewat cintalah semua yang tembaga akan jadi emas.
Lewat cintalah semua yang endapan akan jadi anggur murni.
Lewat cintalah semua kesedihan akan jadi obat.
Lewat cintalah si mati akan jadi hidup.
Lewat cintalah raja akan jadi budak.
Pintu Hati
Apakah sifat baik kita bisa berceceran? Bisa. Karena, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan suci. Itulah sebabnya, sewaktu masih kecil; kita semua adalah manusia-manusia yang berhati tulus. Berpandangan positif. Berpikiran jernih. Berniat baik. Namun, setelah beranjak dewasa kita sering bertingkah sebaliknya. Seolah kita tidak pernah memiliki sifat-sifat baik itu dimasa lalu. Padahal, seperti yang pernah disampaikan oleh guru mengaji saya sewaktu kecil;”Tuhan telah mengilhamkan kepada setiap jiwa nilai-nilai kebaikan dan keburukan. Beruntunglah orang yang mensucikannya. Dan merugilah orang-orang yang mengotorinya.” Bersih dan kotornya jiwa seseorang sangat ditentukan oleh baik dan buruknya sesuatu yang keluar masuk kedalam hatinya. Sedangkan baik atau buruknya sesuatu yang masuk kedalam hati seseorang, sangat ditentukan oleh fungsi pintu hatinya.
Pintu bisa mencegah masuknya nilai-nilai buruk kedalam diri kita. Dan pintu harus mampu menjadi akses sesuatu yang baik untuk kebaikan hidup kita. Dengan kata lain, pintu hati kita harus bisa terbuka untuk memberi jalan masuknya kebaikan kedalam hati, sekaligus menjadi jalur pembuangan sifat-sifat buruk yang kita miliki. Lebih dari itu, pintu hati kita juga harus bisa kita tutup supaya tidak sembarangan sistem nilai buruk mempengaruhi diri kita. Sekaligus menjaga agar jangan sampai sifat-sifat baik yang kita miliki berceceran.
Duri Dan Mawar
Seorang pria tertentu menanam bunga mawar dan disiram dengan setia, dan sebelum berkembang, ia memeriksanya. Dia melihat kuncup yang akan segera mekar dan juga duri. Dan dia berpikir, "Bagaimana bisa setiap bunga yang indah berasal dari tanaman dibebani dengan begitu banyak duri tajam?" Sedih karena pikiran ini, ia lupa air mawar, dan sebelum itu siap untuk mekar, itu meninggal.
Begitu pula dengan banyak orang. Dalam setiap jiwa ada mawar. Kualitas Allah seperti ditanam di dalam kita pada saat lahir di tengah tumbuh duri dari kesalahan kita. Banyak dari kita melihat diri kita sendiri dan hanya melihat duri, cacat. Kami putus asa, berpikir bahwa yang baik tidak mungkin bisa datang dari kami. Kami mengabaikan air yang baik dalam diri kita, dan akhirnya mati. Kami tidak pernah menyadari potensi kita.
Beberapa orang tidak melihat mawar dalam diri mereka; orang lain harus menunjukkan kepada mereka.
Salah satu karunia terbesar seseorang dapat miliki adalah untuk bisa mencapai masa lalu dan menemukan duri mawar dalam lainnya. Ini adalah
karakteristik cinta, untuk melihat seseorang, dan mengetahui kesalahan-Nya, mengakui bangsawan dalam jiwanya, dan membantu dia menyadari bahwa dia dapat mengatasi kesalahan-Nya. Jika kita menunjukkan kepadanya mawar, ia akan menaklukkan duri.
Tugas kita di dunia ini adalah untuk membantu orang lain dengan menunjukkan mawar mereka, bukan duri mereka. Hanya kemudian dapat kita mencapai cinta yang kita harus merasa satu sama lain, hanya kemudian dapat kita mekar di kebun kita sendiri.
19 Keistimewaan Wanita Dalam Islam
1. Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda , ” Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
2. Wanita yang salehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang saleh.
3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takut akan Allah .Dan orang yang takut akan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah saw di dalam syurga);
5. Barangsiapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah.Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki.
6. Surga itu di bawah telapak kaki ibu;
7. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah surga.
8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.
9. Daripada Aisyah r.a.” Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari mana saja pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya serta menjaga salat dan puasanya
12. Aisyah r.a berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab Rasulullah SAW “Suaminya.” ” Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah SAW, “Ibunya.”
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta kepada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dikehendaki.
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam surga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.
Lelaki Idamanku
LELAKI IDAMAN KU....
Lelaki idaman ku adalah...
Seorang lelaki yang beriman...
Yang hatinya disaluti rasa takqwa kepada Allah...
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam...
Yang sentiasa haus dengan ilmu...
Yang sentiasa dahaga akan pahala...
Yang solatnya adalah maruah dirinya...
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar...
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu...
Yang sentiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah...
Lelaki idaman ku adalah...
Lelaki yang menjaga tuturkatanya...
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya...
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya...
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang...
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang...
Lelaki idaman ku adalah...
Lelaki yang menghormati ibunya...
Yang sentiasa berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga...
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam...
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan...
Kerana dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat...
Lelaki idaman ku...
Sentiasa bersedia untuk menjadi imam...
Yang hidup dibawah naungan Al-Quran dan mencontohi sifat Rasulullah...
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara...
Yang menjaga matanya dari berbelanja...
Yang sujud penuh kesyukuran dengan rahmat Allah keatasnya...
Lelaki idaman ku...
Tidak pernah membazirkan masa...
Matanya kepenatan kerana penat membaca...
Suaranya lesu kerana penat mengaji dan berzikir...
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan...
Bangunnya subuh penuh kecergasan...
Kerana sehari lagi usianya bertambah penuh kematangan...
Lelaki idaman ku...
Sentiasa mengingati mati...
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat...
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga...
Agar berputik tunas yang bakal menjadi baka yang baik...
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian...
Lelaki idaman ku adalah...
Lelaki yang tidak terpesona dengan buaian dunia...
Kerana dia mengimpikan syurga...
Di situlah rumah idamannya...
Dan dia ingin membawa saya bersama...
Dialah lelaki idaman ku...
Lelaki idaman ku adalah...
Seorang lelaki yang beriman...
Yang hatinya disaluti rasa takqwa kepada Allah...
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam...
Yang sentiasa haus dengan ilmu...
Yang sentiasa dahaga akan pahala...
Yang solatnya adalah maruah dirinya...
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar...
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu...
Yang sentiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah...
Lelaki idaman ku adalah...
Lelaki yang menjaga tuturkatanya...
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya...
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya...
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang...
Yang mempunyai ramai kawan dan tidak mempunyai musuh yang bersifat jembalang...
Lelaki idaman ku adalah...
Lelaki yang menghormati ibunya...
Yang sentiasa berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga...
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam...
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan...
Kerana dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat...
Lelaki idaman ku...
Sentiasa bersedia untuk menjadi imam...
Yang hidup dibawah naungan Al-Quran dan mencontohi sifat Rasulullah...
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara...
Yang menjaga matanya dari berbelanja...
Yang sujud penuh kesyukuran dengan rahmat Allah keatasnya...
Lelaki idaman ku...
Tidak pernah membazirkan masa...
Matanya kepenatan kerana penat membaca...
Suaranya lesu kerana penat mengaji dan berzikir...
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan...
Bangunnya subuh penuh kecergasan...
Kerana sehari lagi usianya bertambah penuh kematangan...
Lelaki idaman ku...
Sentiasa mengingati mati...
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat...
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga...
Agar berputik tunas yang bakal menjadi baka yang baik...
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian...
Lelaki idaman ku adalah...
Lelaki yang tidak terpesona dengan buaian dunia...
Kerana dia mengimpikan syurga...
Di situlah rumah idamannya...
Dan dia ingin membawa saya bersama...
Dialah lelaki idaman ku...
Konsekuensi Berparas Cantik
Konsekuensi berparas cantik Berparas cantik itu sebuah anugerah. Namun, tak gampang menjalani hidup dengan paras rupawan. Sering-sering terperosok, studi dan karier terhambat, dan berisiko salah memilih teman hidup. Karena cantik, semua laki-laki bilang cinta, sehingga tak gampang menyaring mana cinta sejati, mana yang gombal. Cinta laki-laki semata pada kecantikan tidaklah kekal. Begitu tak cantik, cinta tak ada lagi. Karena cantik, godaan menghadang. Umumnya tak tekun studi, karena waktu terbuang untuk yang belum tentu produktif. Pergi berhias ke salon, mematut diri di depan cermin, banyak laki-laki datang bertandang, sering janji kencan, dan mungkin kawin muda karena salah menafsirkan cinta. Jika paras cantik, seks dan cinta menjadi tak ada bedanya. Bukan saja kalangan artis dan selebritis, perempuan kebanyakan pun berisiko jalan hidupnya tak mulus. Banyak contoh muncul dalam kegagalan perkawinan di pergaulan Hollywood. Berparas cantik itu riskan. Oleh karena itu, perempuan cantik perlu lebih waspada. Bukan saja perlu merasa diri tidak cantik supaya tidak jumawa, kematangan pribadi perlu dimunculkan. Lebih menghargai yang “di dalam” ketimbang yang tak kekal “di luar”.
Maafkanlah
Adikku yang kukasihi,
Sesungguhnya kemarahanmu itu
karena engkau mengira
bahwa dia merendahkanmu,
yang tak mungkin mampu dilakukannya,
selama engkau dalam perlindungan Tuhan.
Maka, maafkanlah.
Memaafkan adalah penyejuk hati yang marah,
penenang pikiran yang mendendam, dan
pelembut tutur kata yang mendidih
dengan niat membalas.
Maafkanlah.
Sesungguhnya kemarahanmu itu
karena engkau mengira
bahwa dia merendahkanmu,
yang tak mungkin mampu dilakukannya,
selama engkau dalam perlindungan Tuhan.
Maka, maafkanlah.
Memaafkan adalah penyejuk hati yang marah,
penenang pikiran yang mendendam, dan
pelembut tutur kata yang mendidih
dengan niat membalas.
Maafkanlah.
Pengerdilan Diri
Salah satu keputusan
yang menyedihkan dalam hidup ini,
adalah tidak melakukan yang bisa kita lakukan,
karena menurut kita yang bisa kita lakukan itu kecil.
Pendapat yang rendah
mengenai kemampuan diri sendiri,
adalah sabotase yang kejam bagi keberhasilan hidup.
Pengerdilan diri biasanya dilakukan
oleh diri orang itu sendiri.
Sayang ya?
yang menyedihkan dalam hidup ini,
adalah tidak melakukan yang bisa kita lakukan,
karena menurut kita yang bisa kita lakukan itu kecil.
Pendapat yang rendah
mengenai kemampuan diri sendiri,
adalah sabotase yang kejam bagi keberhasilan hidup.
Pengerdilan diri biasanya dilakukan
oleh diri orang itu sendiri.
Sayang ya?
Sabtu, 19 Maret 2011
Kamis, 17 Maret 2011
Kisah Mawar Dan Pencari Kayu
-untukmu yang cerdas dan penuh kerinduan
jIka kau mau
pilihlah itu
jalan lurus dalam pohonan duri
jika harus
genggam mega dan hancurkan
mega hitam di atas doa
mega hitam bergumpal
dalam cembung mata serigala
setiap pencari diri
dapatkan seikat kayu
pulang ke rumah
di sayang ibu
setiap mawar
harumnya sebumi raya
dari langit turun
ke hati
sekuntum bunga dalam duka
kerinduan merasuki kabut perbukitan
merah sukma putih nadi
adalah takdirNya
tak kenal memang tak sayang
tapi siapa sangka
gelap rimba raya kerudungmu
bau amis tubuh katak dan belalang
sudah dilumat wangi kelopak
merah mudamu
jalan itu kita yang punya
jalan lurus dalam pohonan duri
jalan lurus menembus semesta cahaya
jalan lurus pijakan sajak-sajakku
lalu aku jatuh cinta kepadamu
Deni Irwansyah
16 Maret 2011
Jumat, 04 Februari 2011
Terimakasih Catatannya
ASSALAMUALIKUM,,Bismillahir rohmanir rohim,
Permintaan maaf adalah kata yang selayaknya sering diucapkan untuk melanggengkan hubungan suami isteri, sehingga bahtera rumah tangga berhasil mencapai tujuan.
"Duhai sayang, maafkan saya"... "Aku tiada bermaksud demikian"... "Aku telah salah dalam memberikan hakmu" ... adalah ungkapan-ungkapan yang sering kita gunakan tetapi memiliki satu makna, yaitu meminta maaf yang merupakan terminal yang pasti akan kita lalui dalam melanggengkan kehidupan suami istri dari keruntuhan dan kehancuran.
Sesungguhnya suami isteri secara bersama, masing-masing memiliki saham dalam keberhasilan dan kebahagiaan keluarganya, lalu kenapa salah seorang di antara mereka berdua memunculkan kalimat "kebencian" pada saat muncul masalah!!! Andai salah seorang dari mereka berdua berbuat salah, lalu ia meminta maaf kepada pasangannya, apakah hal ini akan menghinakan dirinya?
- Jika seperti itu sikap suami isteri, tentulah kehidupan mereka akan mengalami satu dari dua hal:
- mungkin akan langgeng rumah tangganya tetapi kurang harmonis dan banyak perselisihan,
- dan mungkin juga akan berujung kepada hancurnya kehidupan suami isteri, cerai.
Kehidupan suami isteri itu ibarat sebuah kapal yang sedang berlayar, padanya ada nahkoda dan awak kapal. Semua yang ada di dalam kapal itu bahu-membahu berusaha menyelamat kan kapal yang mereka tumpangi pada saat saat kapal ditimpa badai agar semuanya selamat dan sampai ke "pulau idaman".
Demikian juga halnya suami, Allah menjadikannya sebagai pemimpin bahtera rumah tangga, pelindung, dan pengayom bagi keluarga, bertanggung jawab atas kehidupan mereka. Kepemimpinan yang diembannya itu adalah tugas,bukan intimidasi atas kesewenang-wenangan.
Maka suami yang baik adalah orang yang memahami kebutuhan dan perasaan isterinya, dan menjadikan tampuk kepemimpinannya penuh dengan kasih sayang, kesejukan dan kedewasaan, tidak mudah emosi, namun tetap tegas pada saat harus bersikap tegas !!!
Akan tetapi, sebagian suami yang meremehkan tugas ini memahami, bahwa meminta maaf kepada istri akan menghinakan dirinya sebagai laki-laki, bahkan ia berpendirian bahwa kemuliaannya tidak membolehkan dirinya untuk mengucapkan kalimat "Istriku, maafkan aku, aku salah" kepada isteri-nya, bagaimanapun keadaannya. !!!
Maka, keegoannya terus ia pertahankan dan istri selalu diposisikan "bersalah", ia tidak pernah meminta maaf kepadanya, yang kemudian menyeretnya kepada kehancuran rumah tangga dan kalimat "cerai" pun tak terhindarkan, padahal sangat mungkin rumah tangga itu bisa dilanggengkan dengan ucapan "maafkan suamimu, sayang".
KETIKA "RASA GENGSI" IKUT CAMPUR
Seorang istri pernah menceritakan tentang pengalamannya:
Dahulu, kehidupanku bersama suamiku demikian bahagia. Akan tetapi itu semua berubah ketika terjadi beberapa percekcokan tentang urusan rumah. Waktu itu aku tinggal bersama di rumah mertuaku, maka aku memutuskan untuk pindah dan keluar dari rumah mertuaku, walaupun sendirian. Suamiku menolak rencanaku dan menjelaskan, bahwa ia suatu hari nanti akan bisa memiliki rumah sendiri.
Dan terkadang suamiku memberi alasan tidak bisa meninggalkan ibunya, dan lain-lain, sampai suatu hari, terjadilah perselisihan antara aku dengan suamiku. Aku memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah mertuaku dan kembali ke rumah orang tuaku, dan aku katakan, jangan menjenguk atau menjemputku sebelum engkau memiliki rumah sendiri. Maka, aku dan suamiku pun sama-sama bersikukuh dengan pendirian masing-masing.
Dan sungguh aku pun akhirnya menyesali perbuatanku. Akan tetapi aku ingin mengetahui sejauh mana kedudukanku di sisi suamiku. Ternyata, suamiku bersikukuh tidak mau memaafkanku dan tidak berusaha meredakan suasana.
Ia mengatakan, "Bertobatlah kepada Allah, dan kembalilah ke rumah ini, jika kamu tidak mau tobat, maka cukup bagiku untuk menceraikanmu."
Demikianlah kepribadian kebanyakan suami, dan sangat sedikit yang bersikap dewasa. Bahkan di antara mereka ada yang sampai tidak mau mengasihi dan menyayangi isterinya, walaupun hanya dengan satu kata yang dicintai isterinya apalagi sampai mau memaafkan isterinya tersebut.
Seorang istri lagi menuturkan:
Para suami kita, sangat disayangkan sekali, mereka sangat mudah mengungkapkan kata-katanya kepada kita, kecuali "ungkapan maaf", bagaimana pun keadaannya. Suamiku sangat temperamental, tabiatnya keras dalam mempergauliku. Ia selalu mengucapkan ungkapan-ungkapan kasar kepadaku, bahkan ia pun pernah memukulku. Dan aku tetap bersabar sekalipun aku dalam posisi yang benar. Tetapi suamiku tidak mau mengubah pendiriannya sampai akhirnya aku yang meminta maaf kepadanya, baik yang salah adalah aku ataupun sebaliknya.
Dengan berlalunya waktu sekian tahun, sikap suamiku kepadaku bertambah jelek, hingga memupus kesabaranku. Setelah terjadi perselisihan antara aku dan suamiku, aku memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuaku. Aku menunggu, semoga suamiku mau datang dan meminta maaf atas perilakunya selama ini atau barangkali ia mau menelponku. Akan tetapi ia tidak melakukan itu semua, sampai aku mendengar tentang dirinya, ia merasa selama ini bersalah, kini menyesal atas perbuatannya yang telah menzhalimi aku. Akan tetapi, ia tidak mau meminta maaf kepadaku, karena keegoisan dan kegengsiannya serta merasa menjadi hina dengan hal itu. Hingga terjadilah cerai atas permintaanku.
Adapun kisah Abu Khalid, ia mengatakan, "Habis sudah kehidupan ku bersama isteriku, padahal aku mencintainya, akan tetapi dengan sebab ketidakharmonisan, dan aku enggan meminta maaf kepadanya, hingga akhirnya aku menerlantarkan anak-anakku hidup tanpa ibu."
Masalahnya adalah, bahwa isteriku adalah karyawati. Maka, aku katakan padanya berkali-kali untuk meninggal kan pekerjaannya dan berkonsentrasi mengurus anak-anak. Akan tetapi isteriku menolak membicarakan masalah itu. Dan ketika aku larang dia berangkat ke kantor, terjadilah perselisihan antara aku dengan dia. Dan aku terpeleset salah dalam berkata, aku mengatainya agak lama, maka ia pun pergi pulang ke rumah orang tuanya.
Maka, ia pun mengingatkan agar aku meminta maaf dan mengetahui kesalahanku ketika mengatai dirinya. Akan tetapi aku menjadi sombong dan aku pun menceraikannya hanya untuk mempertahankan harga diriku sebagai laki-laki. Kini aku benar-benar menyesal dengan penuh penyesalan
MEMINTA MAAF ADALAH SIFAT JANTAN
Dr. Muhammad Musthafa, Guru Besar psikologi dan sosiologi Univ. Malik Su'ud, mengatakan bahwa meminta maaf adalah merupakan wujud sifat jantan dari seorang suami atau siapapun yang berbuat salah. Meminta maaf bukan sifat yang dimiliki oleh orang yang lemah, sebagaimana persangkaan sebagian orang, di mana mereka mengatakan:
Semua orang pernah berbuat salah, namun sedikit orang yang jantan meminta maaf dari kesalahannya kepada orang lain. Apalagi jika yang dimintai maaf itu adalah isterinya. Sebab, setiap suami berbeda-beda cara dan tabiatnya. Sebagian meminta maaf dengan cara tidak langsung akan tetapi mencapai tujuan dan sebagian menghindar dari masalah yang ia alami karena demi masa depan dan kejiwaan anak-anaknya yang akan hancur bila mereka berpisah. Ada sebahagian suami yang berlebih-lebihan, ia menolak meminta maaf karena gengsi dan egois, padahal para pakar psikososial menyatakan bahwa meminta maaf bukanlah hal yang jelek.
Maka, meminta maaf adalah sesuatu yang mesti dilakukan, dan bagi orang yang bersalah lebih ditekankan lagi. Apabila seseorang berbuat salah, maka tidak ada yang layak baginya selain meminta maaf.
Orang yang bersikukuh menolak meminta maaf kepada pasangannya dengan alasan akan mengurangi kehormatannya, maka orang yang demikian terkena penyakit jiwa. Sebab, diantara sifat kemuliaan adalah meminta maaf ketika berbuat salah kepada orang lain.
ADA APA DENGAN SIFAT LAKI-LAKI
Sifat kejantanan mengarahkan seseorang untuk meminta maaf jika berbuat salah kepada isterinya atau kepada orang lain. Sebab jantan berarti jujur dan luhurnya budi pekerti. Di saat seorang suami meminta maaf, maka ia tidak jatuh di mata isterinya atau akan jatuh harga dirinya sebagaimana gambaran sebagian suami. Bahkan itu akan mengangkat kedudukannya di mata isterinya; sebab itu akan menjadi pelajaran dalam amanah dan keluhuran budi dan kehormatan itu sendiri.
Maka, meminta maaf bukan merupakan kelemahan, bahkan kelemahan itu sendiri adalah seseorang menyembunyikan kesalahannya dan berlindung dibalik kesombongan dan bersikukuh dengannya.
Dan banyak problem suami isteri diawali dengan adanya kesombongan sang suami dan enggan untuk meminta maaf kepada isterinya ketika ia mema-rahi sang isteri. Maka, sudah semestinya para suami ingat, bahwa dengan ia meminta maaf atas kesalahan kepada isterinya, akan bisa mengembalikan "air" ke dalam alirannya, mengembalikan perasaan romatis, merekahnya kecintaan di antara kalian berdua, walaupun sifat kelaki-lakianmu merasa enggan untuk itu.
Mintalah maaf kepada istrimu atas kesalahan dan kelalaianmu, wahai para suami! Walau tidak kau sampaikan secara langsung. Sebab dengan itu rumah tangga akan menjadi damai, sejahtera dan harmonis. waallohu aklam,
semuga bermafaat bagi semua laki2..amin,
wassalamualikum,
Sebelumnya: 14 Sikap W
Maafkan Aku
Kau menyesal menikahiku
Harga ku tak lebih mahal dari mobilmu
Maafkan ketidaksempurnaanku
Maafkan jika kemiskinan mengiringiku
Maafkan aku tak seelok yang kau mau
Maafkan aku tak seindah sosok Ibu yang kau puja
Maafkan aku..
Mitsaqoon Gholizhoo
Seandainya para suami ingat akan ijab qabul yg mereka lakukan saat pernikahan dulu adalah
Mitsaaqon Gholizhoo (4:21)
maka tentulah tak ada tindak kekekerasan
dan perilaku kesewenang-wenangan terhadap istri.
Mitsaqoon Gholizhoo adalah perjanjian setia suami kepada istri di depan Allah untuk membina, mengayomi dan mendidiknya serta membentuk keluarga yang Islami dan juga merupakan estafet amanah yang diembankan kepadanya dari orang tuanya.
Mitsaaqon Gholizhoo (4:21)
maka tentulah tak ada tindak kekekerasan
dan perilaku kesewenang-wenangan terhadap istri.
Mitsaqoon Gholizhoo adalah perjanjian setia suami kepada istri di depan Allah untuk membina, mengayomi dan mendidiknya serta membentuk keluarga yang Islami dan juga merupakan estafet amanah yang diembankan kepadanya dari orang tuanya.
Thanks For This
pukul bini ada cara, ada kekdah, ada bagian tokleh di pukul dan setelah lakukan lelain dulu
kalo bini takut suami, ilang respect or hormat dan memendam rasa..stressful
actually jaga anak di sepital tu tugas suami, tugas isteri semata2 berhias untuk suami je:lol:
untuk itu pun bersyarat , asas nya nafkah zahir batin dan kemampuan respectively
banyak isteri mengadu soal PENAT
bila dah penat..cepat stress, moody..di tokok dengan siksa pukul..alangkah bejat malah JATUH DAYUS SUAMI
suami dayus bukan soal tak cemburu bini jek..or kalo bini tabaruj seme tu dan tak tegur
suami yang di lebihkan fisikal kalo pukul2 cam tu pun jatuh dayus
walo dibenarkan poligami, lagi bagus elakkan
walo di benarkan cerai, lagi molek di elakkan
serupa dalam kes ni walo di haruskan pukul..lagi bagus elakkan !!
banyak ostad2 di mahkamah tu dah MONOPOS otak depa..tadak PEMBAHARUAN pemikiran esp zaman moden cengini wanita jadi isteri turut sama keje pas tu balik jaga anak kemas umah itu ini bayor bill ..suami tauuu melempang bini dan control cam hamba abdi ..kan?
dah ler tak ensem punnnnnn jantan malaya tu seme..cam belacan pas tu pangai cam setan, ringan tangan kaki naik nak mendera bini
kalo nak didik bini
1 tegur dengan baik dan nasihat btui2..berhemah
2 tak working kalo, pisahkan tempat tidor
3 guna oang ketiga cam kaunselor marriage or lai bagus mertua or pasangan lain yang rapat dan di percayai
4 pukul dengan berlapik kain pada bagian2 tertentu, HARAM pukul muka kepala bagian sensitif perut seme tuh
5 kalo seme di atas tak berhasil, buleh ler jatuhkan talaq kalo itu jalan terakhir dan tunaikan tanggungjawap nafkah tu esp kalo de tanggungan cam anak seme tuh
kalo bini takut suami, ilang respect or hormat dan memendam rasa..stressful
actually jaga anak di sepital tu tugas suami, tugas isteri semata2 berhias untuk suami je:lol:
untuk itu pun bersyarat , asas nya nafkah zahir batin dan kemampuan respectively
banyak isteri mengadu soal PENAT
bila dah penat..cepat stress, moody..di tokok dengan siksa pukul..alangkah bejat malah JATUH DAYUS SUAMI
suami dayus bukan soal tak cemburu bini jek..or kalo bini tabaruj seme tu dan tak tegur
suami yang di lebihkan fisikal kalo pukul2 cam tu pun jatuh dayus
walo dibenarkan poligami, lagi bagus elakkan
walo di benarkan cerai, lagi molek di elakkan
serupa dalam kes ni walo di haruskan pukul..lagi bagus elakkan !!
banyak ostad2 di mahkamah tu dah MONOPOS otak depa..tadak PEMBAHARUAN pemikiran esp zaman moden cengini wanita jadi isteri turut sama keje pas tu balik jaga anak kemas umah itu ini bayor bill ..suami tauuu melempang bini dan control cam hamba abdi ..kan?
dah ler tak ensem punnnnnn jantan malaya tu seme..cam belacan pas tu pangai cam setan, ringan tangan kaki naik nak mendera bini
kalo nak didik bini
1 tegur dengan baik dan nasihat btui2..berhemah
2 tak working kalo, pisahkan tempat tidor
3 guna oang ketiga cam kaunselor marriage or lai bagus mertua or pasangan lain yang rapat dan di percayai
4 pukul dengan berlapik kain pada bagian2 tertentu, HARAM pukul muka kepala bagian sensitif perut seme tuh
5 kalo seme di atas tak berhasil, buleh ler jatuhkan talaq kalo itu jalan terakhir dan tunaikan tanggungjawap nafkah tu esp kalo de tanggungan cam anak seme tuh
Hari Ini Ku Peroleh Birumu
Sakit..!!!
Telah cukup kau patahkan aku berulang kali
Telah cukup biru untukku
Telah cukup tangisanku
Kau justru tak berhenti
Semakin memburuku
Aku telah menangis
Sakit..!!!
Kumohon berhenti..
Telah cukup kau patahkan aku berulang kali
Telah cukup biru untukku
Telah cukup tangisanku
Kau justru tak berhenti
Semakin memburuku
Aku telah menangis
Sakit..!!!
Kumohon berhenti..
Aku Adalah Camar
Tak ada camar yang terkurung dalam sangkar, bukan pula aku memaknai hidup yang terlalu terkurung dengan rutinitas menjemukan, Aku adalah Camar, jiwa ku bebas terbang diantara awan, sayap-sayap ku melukiskan alunan ketika terbang hingga ribuan kata tertulis diantara barisan awan...Kau kawan setiaku satu Dasawarsa telah kulalui dalam genggamanmu, tanpa karya tanpa senyum, karena aku terlalu sibuk dengan dirimu, hingga tak mengenali siapa aku, dan apa yang aku mau,aku menemukan duniaku walau hanya bisa ku intip dari jendela rumahmu tapi itu cukup membahagiakanku, kubutuhkan engkau disampingku saat aku lelah dan ingin di manja, saat aku letih dengan semua kejenuhanku..tapi kau tak pernah ada, karena duniamu lebih mengasyikan dari pada aku,..aku terlalu menjemukan atau mungkin membosankan, karena ucapku selalu salah, senyumku tak kau nilai ikhlas, perhatianku kau nilai dengan kepuraan..Aku adalah Camar...ingin ku terbang melewati jendelamu,..bukan kau enggan melepasku..sungguh kau ingin melihatku hancur?
Jaga Aku Dengan Lembut
Pertengkaran bukan pilihan, seperti melempar dadu lantas memilih siapa yang menang. Diam pun tidak selamanya menjadi pilihan, walaupun kadang lebih baik memilih diam dari pada harus berkawan dengan pertengkaran, hal yang wajar dalam sebuah hubungan riak-riak air kecil atau pun besar muncul dan datang sebagai kawan, tapi ini adalah masalah 2 kepala, tidak bisa saling menunggu untuk berubah, bagaimana bisa kita menuntut pasangan untuk berubah sementara diri kita sendiri tidak memulai perubahan itu?...satu hal lagi yang seharusnya disadari betul, bahwa perubahan itu butuh proses tidak serta merta batu berubah menjadi emas,..selayaknya saling menjaga dan memberi dorongan positif kepada pasangan, bukan menjatuhkan nya dengan mengungkit kesalahan berulang-ulang..Itu sama saja dengan berbicara aku tak akan memaafkan kesalahanmu..pergilah kau..Sahabat hargailah pasanganmu, perempuan-perempuan mu.....
"Kau pinang aku dalam kelembutan maka selayaknya kau menjagaku dengan kelembutan"
Langganan:
Komentar (Atom)