Tak ada camar yang terkurung dalam sangkar, bukan pula aku memaknai hidup yang terlalu terkurung dengan rutinitas menjemukan, Aku adalah Camar, jiwa ku bebas terbang diantara awan, sayap-sayap ku melukiskan alunan ketika terbang hingga ribuan kata tertulis diantara barisan awan...Kau kawan setiaku satu Dasawarsa telah kulalui dalam genggamanmu, tanpa karya tanpa senyum, karena aku terlalu sibuk dengan dirimu, hingga tak mengenali siapa aku, dan apa yang aku mau,aku menemukan duniaku walau hanya bisa ku intip dari jendela rumahmu tapi itu cukup membahagiakanku, kubutuhkan engkau disampingku saat aku lelah dan ingin di manja, saat aku letih dengan semua kejenuhanku..tapi kau tak pernah ada, karena duniamu lebih mengasyikan dari pada aku,..aku terlalu menjemukan atau mungkin membosankan, karena ucapku selalu salah, senyumku tak kau nilai ikhlas, perhatianku kau nilai dengan kepuraan..Aku adalah Camar...ingin ku terbang melewati jendelamu,..bukan kau enggan melepasku..sungguh kau ingin melihatku hancur?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar